MEDAN — Warga Kota Medan, khususnya yang melintas di wilayah Kecamatan Medan Helvetia, kembali dibuat resah. Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi ugal-ugalan sekelompok remaja diduga geng motor sambil membawa senjata tajam (sajam) viral di berbagai platform media sosial sejak Senin (20/7/2026).
Peristiwa menegangkan tersebut diketahui terjadi di sepanjang jalan protokol Jalan Sumarsono, Kecamatan Medan Helvetia.
Dalam rekaman video yang beredar luas, rombongan pemuda tersebut melintas secara beriringan menggunakan sepeda motor. Beberapa di antaranya tampak terang-terangan mengacungkan benda tajam ke udara yang dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain serta memicu kepanikan warga sekitar.
Respon Polisi: Patroli 3 Pilar Ditingkatkan, Pelanggar Hukum Dilibas
Menanggapi keresahan masyarakat atas video viral tersebut, Kapolsek Helvetia Kommonel Nelson JP Sipahutar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengambil tindakan hukum yang terukur.
Pihak kepolisian memastikan bakal memburu para pelaku yang ada dalam video guna menjaga kondusifitas wilayah Medan Helvetia.
"Kelompok yang melakukan pelanggaran hukum akan kami tindak tegas. Patroli juga terus kami tingkatkan bersama tiga pilar serta didukung patroli dari Polrestabes Medan untuk mengantisipasi kejadian serupa," ujar Kompol Nelson JP Sipahutar kepada awak media.
Fakta Penanganan Kasus Geng Motor di Helvetia
Guna mengantisipasi aksi susulan, polisi membeberkan beberapa poin penting terkait penanganan kelompok remaja resah ini:
Dominasi Anak di Bawah Umur: Pihak kepolisian mencatat telah mengamankan beberapa remaja terkait aktivitas kelompok serupa sebelumnya. Namun, proses hukum yang diterapkan harus disesuaikan dengan aturan peradilan anak karena mayoritas pelaku masih di bawah umur.
Kawasan Rawan Gesekan: Area Medan Helvetia diakui beberapa kali menjadi lokasi rawan aksi tawuran dan konvoi geng motor, sehingga memerlukan pengawasan ekstra.
Imbauan Kepada Masyarakat: Polisi mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak main hakim sendiri jika menemukan pergerakan mencurigakan. Masyarakat diminta segera melapor ke call center kepolisian terdekat demi keamanan bersama. (GU/Red)
